SDN Nglarang Terdampak Tol Jogja-Solo Dibongkar, Siswa Belajar di Perpus

Suasana SDN Nglarang di Mlati, Sleman, yang telah dibongkar karena terdampak tol Jogja-Solo, Rabu (29/4/2026). Sleman – Proses pembongkaran SDN Nglarang di Kapanewon Mlati, Sleman yang terdampak Tol Jogja-Solo dimulai sejak Senin (27/4) kemarin. Rencananya, pekerjaan dilakukan selama dua pekan dan kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan dengan sejumlah penyesuaian.

Kepala SDN Nglarang, Endah Sri Sulistyowati, menjelaskan pembongkaran meliputi tiga ruang kelas, dapur, dan toilet. Untuk sementara, siswa kelas 4 dipindahkan ke ruang perpustakaan, sementara kelas 5 dan 6 menempati aula yang disekat menjadi dua ruang belajar.

“Untuk kelas 4, 5, 6 ini sementara kita pindahkan. Kelas 4 di perpustakaan kemudian kelas 5 dan 6 ini kami tempatkan di aula yang kami tata sedemikian rupa,” kata Endah saat ditemui wartawan, Rabu (29/4/2026).

Ia menuturkan, proses pembongkaran dimulai dengan pemasangan pagar pada Sabtu, lalu dilanjutkan pembongkaran pada Minggu. Pihak sekolah juga telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan keamanan lingkungan sebelum KBM berlangsung.

“Pembongkaran kalau di jadwal itu kan hari Jumat tanggal 24 April, tetapi pemasangan pagar itu hari Sabtu. Terus mulai bongkar itu hari Minggu pagi,” ujarnya.
Suasana SDN Nglarang di Mlati, Sleman, yang telah dibongkar karena terdampak tol Jogja-Solo, Rabu (29/4/2026).

Endah menyebut, proses pembongkaran diperkirakan berlangsung selama dua minggu. Selama periode tersebut, sekolah akan terus berkoordinasi dengan dinas jika ditemukan kondisi yang berpotensi membahayakan siswa, termasuk kemungkinan pembelajaran jarak jauh.

Selain itu, sekolah turut meminta pekerja proyek agar aktivitas yang menimbulkan kebisingan dilakukan di luar jam belajar.

“Diperkirakan dua minggu pembongkarannya. Saya juga minta kalau pembongkaran pakai alat-alat yang berisik itu mohon agak siang kalau anak-anak sudah pulang. Dan mereka mereka memahami seperti ini,” ucapnya.

Dari sisi keselamatan, sekolah telah membuat aturan ketat agar siswa tidak mendekati area proyek. Pengawasan juga diperketat, terutama saat jam istirahat.

“Kami terus mengingatkan siswa agar tidak mendekati area pembongkaran. Pengawasan juga kami tingkatkan karena rasa ingin tahu anak-anak cukup tinggi,” katanya.

Meski sempat dikhawatirkan soal debu, kondisi cuaca yang kerap hujan membuat dampaknya tidak terlalu terasa. Sekolah juga telah menyiapkan masker bagi siswa sebagai langkah antisipasi.

Sementara itu, terkait relokasi sekolah, Endah mengatakan prosesnya masih menunggu tahap perizinan di tingkat provinsi. Lokasi yang direncanakan saat ini masih berupa lahan kosong.
“Kami masih menunggu perkembangan dari pemerintah. Intinya di situ proses untuk izin yang itu sampai provinsi,” pungkasnya.

(apl/aku)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *